Iklan

Ini Dia 8 Teknologi Jepang dalam Menghadapi Bencana Alam yang Patut Negara Kita Tiru!

admin
29 Oktober 2021, 19:58 WIB Last Updated 2021-10-29T17:02:49Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Ini Dia 8 Teknologi Jepang dalam Menghadapi Bencana Alam yang Patut Negara Kita Tiru!
Foto : Ini Dia 8 Teknologi Jepang dalam Menghadapi Bencana Alam yang Patut Negara Kita Tiru!/ Net.

AsupanKita.com - Sama-sama negara rawan Bencana Alam, ini dia 8 teknologi Jepang dalam menghadapi bencana alam yang patut negara kita, Indonesia Tiru.

Sebagai negara yang sama sama langganan bencana alam, pemerintah Jepang dan Indonesia memiliki banyak perbedaan dalam mengatasi masalah bencana alam ini.

Mulai dari teknologi dalam mencegah dan mengantisipasi bencana. Maupun mempersiapkan masyarakat agar sigap dan tanggap guna meminimalisir korban dan kerusakan yang diakibatkan oleh bencana alam yang bisa terjadi kapan saja.

Kali ini AsupanKita.com akan memberikan 8 Teknologi Jepang dalam Menghadapi Bencana Alam yang Patut Indonesia Tiru!

1. Rumah Tahan Gempa

Jepang dan Indonesia sama sama terletak dalam zona ring of fire. Yang menyebabkan Indonesia dan jepang sering mengalami gempa bumi. Oleh karena itu untuk mengantisipasi bangunan rubuh yang sering menjadi penyebab jatuhnya korban dan kerugian secara ekonomi.

Pemerintah jepang menerapkan aturan ketat dalam membangun bangunan pada masyarakatnya. Yaitu bangunan harus terjamin tidak akan runtuh oleh gempa selama 100 tahun ke depan. Dan setiap bangunan harus dipastikan tidak akan rusak selama 10 tahun pembangunan.

2. Stasiun Televisi

Di jepang setiap terjadi gempa, seluruh saluran televise beralih ke siaran gempa. Untuk memastikan masyarakatnya mendapatkan cukup informasi agar tetap aman.

Adapun informasi yang disampaikan mencakup cara mencari perlindungan, potensi terjadinya tsunami, agar masyarakat segera melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi di Indonesia.

3. Sistem Peringatan Gempa

Sistem peringatan gempa sangat penting untuk memberitahu masyarakat sesegera mungkin agar mereka dapat mencari tempat berlindung dan melakukan langkah tanggap darurat untuk menyelamatkan nyawa mereka. Di jepang setiap ponsel pintar dilengkapi dengan sistem peringatan gempa. Ponsel akan memberikan peringatan 5 – 10 detik sebelum terjadi gempa. Sehingga memberikan waktu bagi masyarakat untuk mencari perlindungan. Peringatan ini akan berbunyi “jinshin desu! Jinshin desu!” yang berarti ada gempa bumi.

4. Sistem Keamanan Bencana Pada Kereta

Jepang adalah Negara yang mayoritas penduduknya menggunakan kendaraan umum. Maka sistem pengamanannya sangat diperhatikan. Contohnya pada shinkansen atau kereta peluru yang menjadi salah satu transportasi paling sering digunakan di Jepang.

Yang dilengkapi oleh sensor gempa sehingga semua kereta berhenti sebelum gempa terjadi. Seperti pada gempa dengan magnitudo 9,0 yang terjadi pada 2011 silam. 27 kereta shinkansen yang sedang beroperasi berhenti saat gempa gempa kecil terjadi. Sehingga saat guncangan besar terjadi tidak ada jatuhnya korban jiwa.

5. Pelatihan di Sekolah

Menanamkan sikap tanggap dalam menghadapi bencana merupakan poin penting yang dilakukan jepang. Anak anak di jepang telah dilatih sejak dini tentang apa yang harus mereka lakukan ketika terjadi bencana seperti berlindung dibawah meja, atau lari ke tempat terbuka ketika sedang beraktifitas diluar ruangan. Pemadam kebakaran di jepang juga mengajarkan mereka untuk mengidentifikasi getaran gempa dengan simulator.

6. Ransel Darurat

Dalam rangka meminimalisir korban ketika terjadi bencana, pemerintah jepang memberikan panduan tentang cara bertahan hidup ketika terjadi bencana alam.

Salah satunya dengan melengkapi setiap rumah tangga dengan ransel darurat yang berisi alat alat untuk bertahan hidup seperti senter, selimut, obat obatan, masker, tali, bahkan radio. Isi ransel tersebut cukup untuk bertahan hidup selama 3 – 7 hari.

7. Ibu Rumah Tangga

Ibu rumah tangga di jepang memegang peran yang sangat penting ketika kterjadi bencana alam. Mereka dilatih untuk segera mematikan gas dan listrik karena ketika terjadi bencana alam seringkali jaringan gas dan listrik mengalami kerusakan yang bisa menyebabkan ledakan atau kebakaran. Selain itu mereka juga berperan dalam memeriksa ransel darurat dan mengganti secara berkala jika isinya kadaluarsa atau tidak layak pakai.

8. Terowongan Penguras Air

Dipinggiran kota tokyo, pemerintah jepang membangun saluran penguras air dibawah lapangan sepakbola atau skatepark. Saluran ini mampu menampung air banjir yang disebabkan oleh bencana alam seperti badai atau tsunami dan menyalurkannya ke sungai edo. Jadi kota akan terjaga dari banjir besar. Namun butuh waktu kurang lebih 13 tahun untuk membangun teknologi ini dan dengan biaya yang cukup mahal.

Nah, itulah teknologi jepang dalam mengantisipasi bencana alam yang patut ditiru Indonesia yang sama sama sering dilanda bencana alam. Selain berdo’a dan menjaga lingkungan. Teknologi juga berperan penting dalam meminimalisir bahkan mencegah bencana alam terjadi.
Komentar

Tampilkan

Terkini